KABARBURSA.COM - Ngabila Salama, seorang praktisi kesehatan masyarakat, menegaskan kepentingan pendekatan CERDIK dalam mencegah ancaman kanker. CERDIK, singkatan dari Cek Kesehatan Berkala, Enyahkan Asap Rokok, Rajin Aktivitas Fisik, Diet Sehat dengan Kalori Seimbang, Istirahat Cukup, dan Kelola Stres, menjadi fondasi penting untuk menjaga kesehatan dan mengurangi risiko kanker.
Salama, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, menekankan bahwa pemeriksaan kesehatan rutin harus menjadi kebiasaan setiap individu. Layanan ini tersedia di puskesmas dan berbagai fasilitas kesehatan untuk mendeteksi potensi kanker sejak dini.
"Pemeriksaan kesehatan rutin setiap enam atau 12 bulan sekali sangat penting untuk mendeteksi kelainan dan masalah kesehatan," ujarnya di Jakarta, Senin 5 Februari.
Dengan menjalani pemeriksaan secara berkala, indikasi kanker dapat diidentifikasi lebih awal, memungkinkan penanganan yang lebih efektif. Salama menyoroti metode penanganan seperti pembedahan, radioterapi, dan kemoterapi yang dapat diterapkan untuk mengatasi kondisi tersebut.
Pencegahan juga menjadi kunci, dan Salama menegaskan pentingnya gaya hidup sehat. Berhenti merokok, rutin berolahraga, manajemen stres, istirahat yang memadai, dan konsumsi makanan bergizi seimbang adalah langkah-langkah esensial.
"Tidak lupa, perbanyak konsumsi sayur dan buah sehari-hari, minimal 3-5 porsi per hari," tambahnya.
Informasi dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa kanker menjadi penyebab 9,6 juta kematian setiap tahun secara global. Di Indonesia, data Globocan 2020 mencatat 396.914 kasus baru kanker, dengan 234.511 di antaranya mengakibatkan kematian.
Kanker payudara dan kanker leher rahim mendominasi pada perempuan, sedangkan pada lelaki, kanker paru-paru dan kanker kolorektal menjadi yang paling umum. Kementerian Kesehatan menekankan bahwa 30 hingga 50 persen kasus kanker dapat dicegah dengan menghindari faktor risiko dan mengadopsi perilaku CERDIK.