Logo
>

Saham Prajogo Pangestu Meledak, Gegara MSCI Longgarkan Aturan?

Saham BREN, CUAN, PTRO, hingga BRPT melonjak tajam pada perdagangan 14 Juli 2025 setelah MSCI mencabut status perlakuan khusus tiga emiten inti Barito Group.

Ditulis oleh Syahrianto
Saham Prajogo Pangestu Meledak, Gegara MSCI Longgarkan Aturan?
Ilustrasi: Fasilitas milik Chandra Asri Pacific atau TPIA. (Foto: Dok. Chandra Asri)

KABARBURSA.COM – Saham-saham emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan sesi I, Senin, 14 Juli 2025. 

Tidak hanya satu atau dua emiten, namun enam saham yang terafiliasi langsung dalam kelompok usaha Barito Group melesat bersamaan. Kenaikan terjadi di tengah sentimen positif dari pasar terhadap pencabutan status perlakuan khusus oleh MSCI untuk tiga entitas kunci.

Data perdagangan Stockbit menunjukkan bahwa saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) memimpin penguatan dengan lonjakan 18,44 persen menjadi Rp7.225 per saham. BREN dibuka pada level Rp7.300 dan ditutup hanya sedikit lebih rendah dari batas auto rejection atas (ARA) di Rp7.300. Volume perdagangan BREN mencapai 1,06 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp749,9 miliar.

Peningkatan paling tajam justru terjadi pada saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang menguat penuh 25 persen ke level Rp500, dari posisi sebelumnya Rp400. CDIA menyentuh batas ARA sepanjang sesi dengan volume 1,72 juta dan nilai transaksi mencapai Rp860,2 juta. Emiten ini baru saja melantai di bursa dan kini menjadi entitas strategis dalam konsolidasi ekosistem energi dan infrastruktur Barito Group.

Tak kalah menarik, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melesat 18,92 persen ke harga Rp17.125. Saham ini mencatat nilai transaksi tertinggi dari seluruh entitas grup sebesar Rp833,6 miliar. CUAN juga mencetak volume perdagangan 505,55 ribu lot dan menyentuh harga tertingginya di Rp17.175.

Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) juga ikut terkerek naik sebesar 15,67 persen menjadi Rp3.690 per saham. Volume transaksi tercatat sebesar 2,02 juta lot dengan nilai transaksi Rp727,3 miliar. Saham PTRO sempat menyentuh harga tertinggi Rp3.700 dan bergerak stabil di kisaran atas sepanjang sesi pagi.

Kinerja solid juga ditunjukkan oleh saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), induk usaha dari sejumlah entitas energi dan petrokimia dalam kelompok usaha ini. BRPT melonjak 11,67 persen ke level Rp2.010 dari harga penutupan sebelumnya Rp1.800. Saham ini mencatat volume terbesar dibanding lainnya, yaitu 3,83 juta lot dan nilai transaksi mencapai Rp748,2 miliar.

Sementara itu, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) naik lebih moderat sebesar 2,81 persen ke level Rp10.075 per saham. TPIA dibuka pada Rp9.975 dan sempat menyentuh level tertinggi harian Rp10.500. Volume transaksi saham ini mencapai 317,71 ribu lot, senilai Rp321,3 miliar.

Pengaruh Pengumuman Penting MSCI?

Secara bersamaan, ketiga saham yaitu BREN, CUAN, dan PTRO tercatat dalam pengumuman penting MSCI Global Standard Indexes yang dirilis pada Jumat malam, 11 Juli 2025. 

Dalam pengumuman tersebut, MSCI menyatakan tidak lagi memberlakukan perlakuan khusus (exceptional treatment) terhadap saham-saham ini. Artinya, mereka akan dievaluasi sesuai metode reguler dalam indeks review berikutnya, dimulai Agustus 2025.

Sebelumnya, MSCI sempat mengkaji wacana pembatasan saham yang masuk ke indeks berdasarkan status UMA (Unusual Market Activity) dan masuk ke Papan Pemantauan Khusus (FCA). Namun kebijakan tersebut akhirnya dibatalkan. 

Stockbit Sekuritas menyoroti soal masukan dari pelaku pasar menyebut bahwa ketentuan tersebut terlalu ketat dan tidak konsisten dengan praktik pasar global lainnya.

Sebagai gantinya, MSCI menetapkan bahwa saham yang masuk FCA dalam empat bulan terakhir, dari titik pemotongan harga hingga tiga hari sebelum tanggal efektif indeks review, tidak akan dimasukkan ke indeks. Namun jika tidak masuk FCA dalam periode tersebut, saham tetap berpeluang dievaluasi.

“Dengan perubahan pendekatan MSCI, saham BREN, CUAN, dan PTRO mendapat angin segar karena tidak lagi diperlakukan secara eksklusif atau dibatasi. Hal ini berimplikasi pada potensi peningkatan permintaan dari manajer dana global yang mengikuti indeks MSCI,” tulis Stockbit Sekuritas dalam risetnya, dikutip Senin, 14 Juli 2025.

Lebih lanjut, sekuritas itu menambahkan bahwa kondisi ini turut memperkuat optimisme pelaku pasar terhadap konsolidasi bisnis energi dan infrastruktur yang sedang ditempuh oleh grup usaha milik Prajogo Pangestu. 

Kombinasi antara emiten petrokimia seperti TPIA, energi baru terbarukan seperti BREN, serta logistik dan konstruksi melalui PTRO menjadi daya tarik tersendiri.

Data perdagangan hari ini juga menunjukkan bahwa rata-rata harga transaksi (average price) dari seluruh saham emiten Barito Group tersebut bergerak di atas harga sebelumnya. Ini mencerminkan sentimen beli yang cukup kuat dari investor institusi maupun ritel.

Volume Perdagangan Tinggi dan Nilai Transaksi Jumbo

Volume perdagangan yang tinggi dan nilai transaksi jumbo dari saham-saham CUAN, BRPT, dan PTRO menjadi indikator likuiditas yang patut dicermati. Kenaikan serempak di tengah perubahan kebijakan MSCI mengisyaratkan potensi arus dana masuk dari luar negeri.

Dalam konteks strategi indeks, saham seperti BREN dan CUAN sebelumnya terkendala masuk indeks karena pernah mengalami UMA dan disuspensi. Kini setelah perlakuan khusus dicabut, saham-saham tersebut berpeluang lebih besar dimasukkan ke indeks MSCI pada review mendatang.

Dari enam saham yang tercatat, lima di antaranya sempat menyentuh atau mendekati batas atas ARA, mengindikasikan antusiasme yang tinggi dari pasar. Hanya TPIA yang kenaikannya masih di bawah lima persen, meskipun secara historis saham ini lebih banyak diakumulasi jangka panjang.

Jika tren ini berlanjut, maka kelompok saham milik Prajogo Pangestu berpotensi menjadi motor penggerak sektor energi dan bahan baku di Bursa Efek Indonesia. Konsolidasi vertikal dan penguatan posisi strategis grup melalui berbagai entitas publik menjadi faktor utama di balik kenaikan ini.

Investor akan mencermati lebih jauh apakah reli ini bersifat sementara atau menandai tren naik yang berkelanjutan. Namun yang jelas, pembatalan aturan ketat oleh MSCI dan dibukanya peluang masuk indeks menjadi katalis penting yang direspons positif oleh pasar. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.