Logo
>

Saham RS Grha Kedoya Terbang dalam Sepekan: Laba Satu Semester Sehat

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
Saham RS Grha Kedoya Terbang dalam Sepekan: Laba Satu Semester Sehat

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Dalam sepekan terakhir, saham PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK) tampak mulai menarik perhatian pelaku pasar dengan kenaikan signifikan sebesar 3,78 persen, mendorong harganya ke level Rp960 per saham. Kenaikan ini tentu menarik, namun tidak bisa diabaikan bahwa lonjakan ini terjadi setelah harga saham sempat menyentuh titik terendahnya di Rp895.

    Apakah kenaikan ini sekadar reaksi pasar atau memang mencerminkan fundamental perusahaan yang menguat? Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai laporan keuangan terbaru RSGK. Jakarta, Rabu 14

    PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK) adalah perusahaan yang memiliki dan mengoperasikan Rumah Sakit Grha Kedoya, yang terletak di Jalan Panjang Arteri, Jakarta Barat. Lokasinya yang strategis menjadikan rumah sakit ini sebagai pilihan utama bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan layanan kesehatan berkualitas. RS Grha Kedoya menawarkan lebih dari 20 layanan spesialisasi dengan dokter-dokter yang berpengalaman, serta kapasitas 200 tempat tidur yang siap melayani kebutuhan pasien. Visi rumah sakit ini adalah menjadi rumah sakit swasta terfavorit di Jakarta, dengan misi memberikan layanan medis berkualitas tinggi yang berfokus pada komunikasi intensif dan ekstensif kepada pasien.

    RS Grha Kedoya telah meraih Akreditasi Joint Commission International (JCI) sejak 2017, yang merupakan salah satu pengakuan paling bergengsi dalam dunia rumah sakit, membuktikan kualitas layanan yang diakui secara internasional. Selain itu, sejak berdiri pada 2011, rumah sakit ini juga telah mendapatkan pengakuan di tingkat nasional, mencerminkan komitmen perusahaan terhadap standar keselamatan pasien yang tinggi. Penghargaan ini merupakan hasil dari upaya berkelanjutan RS Grha Kedoya dalam memastikan pelaksanaan enam sasaran keselamatan pasien yang direkomendasikan oleh pemerintah Republik Indonesia dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    Dalam hal kepemilikan saham, mayoritas saham PT Kedoya Adyaraya Tbk dikuasai oleh PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk, yang memegang 79,84 persen saham. Pemegang saham lainnya adalah PT Bestama Medikacenter Investama dengan kepemilikan sebesar 13,13 persen, sementara sisa 7,03 persen dimiliki oleh masyarakat non-warkat. Perusahaan juga menunjukkan stabilitas dalam jumlah pemegang saham yang terdaftar, meskipun terjadi sedikit fluktuasi dalam beberapa bulan terakhir.

    Pendapatan Bersih

    Pada kuartal kedua 2024, RSGK berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp10 miliar, yang menandai peningkatan dari Rp6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan laba ini menunjukkan performa positif perusahaan yang terus bertumbuh sejak awal tahun, setelah pada kuartal pertama 2024 mencatat laba sebesar Rp15 miliar, naik hampir dua kali lipat dari Rp8 miliar pada kuartal pertama 2023.

    Secara tahunan, laba bersih yang diharapkan mencapai Rp51 miliar, jauh lebih tinggi dari capaian tahun 2023 sebesar Rp25 miliar. Dengan total laba setahun berjalan (TTM) hingga kuartal kedua 2024 sebesar Rp36 miliar, perusahaan menunjukkan pemulihan dan pertumbuhan yang kuat dibandingkan periode sebelumnya.

    Valuasi

    Rasio harga terhadap pendapatan (Price to Earnings Ratio) perusahaan saat ini tercatat pada angka 17,62 kali berdasarkan pendapatan tahunan yang disetahunkan (annualised). Sementara itu, untuk total setahun berjalan (TTM), rasio ini berada di angka 24,62 kali. Dengan rasio harga terhadap penjualan (Price to Sales Ratio) yang berada di level 2,13 kali, ini menunjukkan bahwa valuasi pasar terhadap pendapatan perusahaan masih cukup konservatif. Rasio harga terhadap nilai buku (Price to Book Value Ratio) saat ini berada di angka 1,17 kali, menandakan bahwa harga pasar perusahaan cukup sejalan dengan nilai buku (book value) yang dimilikinya.

    Per Lembar Saham

    Pendapatan per saham (EPS) selama setahun berjalan (TTM) mencapai Rp39, sedangkan jika disetahunkan, nilainya meningkat menjadi Rp54,47. Dengan pendapatan per saham (revenue per share) selama setahun berjalan mencapai Rp450,83, ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu memberikan kontribusi pendapatan yang signifikan bagi para pemegang sahamnya. Kas per saham (cash per share) pada kuartal ini tercatat sebesar Rp72,39, sementara nilai buku per saham (book value per share) mencapai Rp823,40, memberikan indikasi kekuatan finansial perusahaan.

    Solvabilitas

    Rasio lancar (current ratio) untuk kuartal ini tercatat sebesar 2,08 kali, sedangkan rasio cepat (quick ratio) berada di angka 1,92 kali. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki likuiditas yang cukup kuat untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Dengan rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio) yang tidak tercatat (atau nihil), ini menandakan bahwa perusahaan memiliki struktur permodalan yang sangat sehat tanpa ketergantungan pada utang jangka panjang.

    Profitabilitas

    Pengembalian aset (Return on Assets) selama setahun berjalan tercatat sebesar 4,19 persen, sementara pengembalian ekuitas (Return on Equity) berada di angka 4,74 persen. Marjin laba kotor (Gross Profit Margin) pada kuartal ini mencapai 36,99 persen, menunjukkan efisiensi operasional perusahaan yang cukup baik. Sementara itu, marjin laba operasi (Operating Profit Margin) tercatat sebesar 16,49 persen, dan marjin laba bersih (Net Profit Margin) berada di angka 9,22 persen, memberikan gambaran tentang kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dari penjualannya.

    Dividen

    Dividen yang dibayarkan perusahaan selama setahun berjalan (TTM) adalah sebesar Rp26, dengan rasio pembayaran (payout ratio) mencapai 47,73 persen. Ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mengembalikan sebagian besar keuntungannya kepada para pemegang saham. Yield dividen perusahaan saat ini berada di level 2,71 persen, dengan tanggal ex-dividen terakhir tercatat pada 24 Juni 2024.

    Laporan Laba Rugi

    Pendapatan perusahaan selama setahun berjalan (TTM) mencapai Rp 419 miliar, dengan laba kotor (Gross Profit) sebesar Rp148 miliar. EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) tercatat sebesar Rp69 miliar, dan laba bersih (Net Income) mencapai Rp36 miliar. Angka-angka ini mencerminkan bahwa perusahaan berhasil mempertahankan kinerja keuangan yang solid, meskipun ada tantangan yang dihadapi selama tahun berjalan.

    Neraca

    Perusahaan memiliki kas sebesar Rp67 miliar pada kuartal ini, dengan total aset mencapai Rp865 miliar. Total kewajiban (liabilities) perusahaan tercatat sebesar Rp99 miliar, yang sebagian besar merupakan kewajiban jangka pendek. Dengan total ekuitas sebesar Rp765 miliar, perusahaan menunjukkan posisi keuangan yang kuat, didukung oleh net debt yang negatif sebesar Rp72 miliar, yang mengindikasikan bahwa perusahaan memiliki lebih banyak kas dibandingkan dengan total utangnya.

    Laporan Arus Kas

    Dalam periode setahun berjalan (TTM), RSGK mencatat arus kas dari operasi sebesar Rp71 miliar. Ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas dari kegiatan operasionalnya. Namun, arus kas dari investasi justru negatif sebesar Rp73 miliar, yang mengindikasikan bahwa perusahaan telah melakukan investasi yang signifikan selama periode tersebut. Di sisi lain, arus kas dari pendanaan juga negatif sebesar Rp89 miliar, menunjukkan adanya pengeluaran besar dalam bentuk pembayaran utang atau pembagian dividen. Secara keseluruhan, arus kas bebas (free cash flow) perusahaan tercatat positif sebesar Rp22 miliar, setelah dikurangi dengan belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp25 miliar.

    Pertumbuhan

    Pertumbuhan pendapatan RSGK menunjukkan tren yang positif. Pada kuartal terakhir, pendapatan perusahaan tumbuh sebesar 22,47 persen secara tahunan, sementara untuk tahun ini hingga saat ini (YTD), pertumbuhan pendapatan mencapai 25,53 persen. Namun, jika dilihat secara tahunan penuh (Annual YoY Growth), pertumbuhannya hanya sebesar 3,97 persen, menunjukkan adanya perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya.

    Laba bersih perusahaan juga mengalami peningkatan yang signifikan dengan pertumbuhan 54,97 persen secara tahunan pada kuartal terakhir dan 77,61 persen untuk periode YTD. Namun, jika dilihat secara tahunan penuh, laba bersih justru mengalami penurunan sebesar 3,79 persen. Hal ini juga tercermin pada pertumbuhan EPS (Earnings Per Share) yang naik 54,98 persen secara kuartalan dan 77,67 persen untuk periode YTD, namun menurun 3,80 persen secara tahunan penuh.

    Performa Harga Saham

    Performa harga saham PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK) menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Dalam satu minggu terakhir, harga saham mengalami kenaikan sebesar 6,67 persen, sementara dalam satu bulan terakhir, harga saham naik 11,63 persen. Namun, dalam tiga bulan terakhir, harga saham justru menurun 4 persen, dan dalam enam bulan terakhir, penurunan ini semakin tajam menjadi 21,63 persen. Selama satu tahun terakhir, harga saham perusahaan menurun hingga 34,47 persen. Hingga saat ini di tahun 2024, harga saham tercatat turun sebesar 23,51 persen.

    Dengan nilai tertinggi dalam 52 minggu terakhir sebesar Rp1.520,00 dan nilai terendah sebesar Rp795,00, volatilitas harga saham perusahaan menunjukkan adanya ketidakpastian di pasar, yang bisa menjadi perhatian bagi para investor.

    Secara keseluruhan, RSGK menunjukkan pertumbuhan yang positif dalam beberapa aspek keuangannya, terutama dalam laba bersih dan arus kas dari operasi. Namun tantangan dalam hal pertumbuhan laba bersih tahunan dan performa harga saham yang fluktuatif dapat menjadi risiko yang perlu diperhatikan oleh para pemegang saham dan calon investor.(*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Moh. Alpin Pulungan

    Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

    Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).