KABARBURSA.COM - Pergerakan saham PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) menjelang perdagangan 18 Februari 2026, berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan menguat.
Pada perdagangan terakhir, saham INPP ditutup di level Rp815, tidak berubah dari harga sebelumnya. Sepanjang sesi, harga bergerak dalam rentang Rp780 hingga Rp815 dengan nilai transaksi Rp650,2 juta dan volume 8,12 ribu lot.
Rata-rata harga tercatat di Rp801. Catatan ini menunjukkan adanya distribusi transaksi terjadi di bawah harga penutupan.
Secara teknikal harian, grafik memperlihatkan pemulihan bertahap sejak akhir 2025. Setelah sempat tertekan di bawah Rp700 pada November, harga bergerak naik dan membentuk rangkaian higher low hingga memasuki Februari.
Area Rp800–Rp820 menjadi zona konsolidasi terbaru yang berfungsi sebagai area uji kekuatan beli. Volume relatif meningkat dibanding periode sebelumnya, mengindikasikan adanya aktivitas transaksi yang lebih aktif meski belum menunjukkan lonjakan signifikan.
Di tengah dinamika harga tersebut, INPP melaporkan transaksi afiliasi berupa pemberian corporate guarantee dan gadai saham kepada PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terkait fasilitas kredit anak usaha PT Mitra Gemilang Mahacipta (MGM).
Total plafon kredit MGM mencapai Rp265 miliar, terdiri atas Kredit Investasi Rp255 miliar dan Kredit Lokal Rp10 miliar. Jaminan diberikan secara proporsional sesuai kepemilikan INPP sebesar 55 persen, termasuk penggadaian 13.888 lembar saham MGM.
Dari sisi struktur, transaksi ini bersifat pendukung pembiayaan proyek anak usaha dan dilaporkan sesuai POJK 42/2020. Dana kredit disebut akan digunakan untuk pengembangan usaha MGM. Dengan kepemilikan mayoritas serta keterkaitan manajemen, dukungan pembiayaan tersebut mencerminkan konsolidasi operasional dalam grup.
Sentimen tambahan datang dari target pertumbuhan pendapatan konsolidasi 2026 sebesar 5–10 persen. Proyeksi tersebut ditopang monetisasi Antasari Place Tower 1 dan tambahan arus kas dari 23 Semarang Shopping Center yang dijadwalkan beroperasi pada semester I-2026.
Di luar itu, rencana pengembangan konsep low-density lifestyle di Balikpapan menunjukkan arah diversifikasi proyek.
Dalam konteks perdagangan esok hari, terdapat dua variabel utama yang berinteraksi, yakni dinamika teknikal jangka pendek dan respons pasar atas transaksi afiliasi. Secara teknikal, area Rp800 menjadi penyangga terdekat, sementara Rp820–Rp850 menjadi rentang uji lanjutan apabila terjadi dorongan beli.
Harga penutupan yang berada di puncak rentang intraday menunjukkan minat beli muncul menjelang akhir sesi, meski volume belum menunjukkan akselerasi besar.
Dari sisi sentimen, pemberian jaminan dan gadai saham dapat dipersepsikan sebagai bagian dari strategi pendanaan ekspansi anak usaha. Pada saat yang sama, langkah tersebut menambah eksposur komitmen keuangan grup terhadap proyek yang dikembangkan MGM.
Pasar akan mencermati bagaimana fasilitas kredit Rp265 miliar tersebut diterjemahkan menjadi pertumbuhan arus kas dan pendapatan konsolidasi.
Kombinasi konsolidasi teknikal di atas Rp800 dan ekspektasi pertumbuhan 2026 membentuk lanskap pergerakan jangka pendek. Dengan harga yang bertahan di atas area konsolidasi sebelumnya serta rencana ekspansi yang berjalan, fokus pelaku pasar akan tertuju pada volume transaksi dan respons harga terhadap area resistensi terdekat dalam sesi perdagangan berikutnya.(*)