Logo
>

SRAJ Umumkan Penandatanganan Perjanjian Investasi USD157 Juta

Ditulis oleh Pramirvan Datu
SRAJ Umumkan Penandatanganan Perjanjian Investasi USD157 Juta

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) telah resmi menandatangani sejumlah perjanjian terkait rencana investasi perusahaan, yang mencakup pengambilalihan saham baru serta penerbitan surat utang.

    Corporate Secretary SRAJ, Arie Farisandi, dalam keterangan tertulisnya pada 3 November 2024, mengungkapkan bahwa perusahaan telah menandatangani perjanjian-perjanjian terkait investasi ini. Rencana investasi tersebut melibatkan dua hal utama, yaitu:

    a. Perjanjian Pengambilalihan Saham (Shares Subscription Agreement) dengan BCCS Maverick (A) I, LP (Investor Saham), yang mengatur penerbitan saham baru oleh SRAJ kepada investor dengan total nilai investasi mencapai USD32.000.000. Harga per saham akan ditentukan kemudian sesuai dengan regulasi yang berlaku di Bursa Efek Indonesia.

    b. Perjanjian Pembelian Surat Utang (Bond Subscription Agreement) dengan BCSS Maverick Holdings I, L.P dan BCSS Maverick Holdings II, L.P (secara bersama-sama disebut Para Investor Surat Utang), yang mengatur penerbitan surat utang oleh SRAJ kepada para investor dengan jumlah pokok sebesar USD125.000.000. Setiap investor surat utang merupakan entitas yang sepenuhnya dimiliki oleh Investor Saham.

    Terkait dengan rencana penerbitan saham dan surat utang ini, perusahaan telah memberikan berbagai pernyataan kepada para investor mengenai kondisi, status keuangan, dan kegiatan usaha SRAJ. Rencana penerbitan saham ini juga merupakan tindak lanjut dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Independen yang disetujui pada 21 Agustus 2024, mengenai penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu.

    Sebagai informasi, para investor yang terlibat dalam transaksi ini dikendalikan oleh Bain Capital Credit, LP, sebuah firma investasi swasta asal Amerika Serikat, beserta afiliasinya. Para investor ini tidak memiliki afiliasi dengan SRAJ.

    Catatan Laba Periode Berjalan

    SRAJ mencatat perolehan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk Rp 4,74 miliar pada kuartal I 2024. SRAJ berhasil rebound pada kuartal I 2024 ini karena pada kuartal I 2023 SRAJ mencatatkan rugi hingga Rp13,85 miliar.

    Pembalikan bottom line pemilik Mayapada Hospital ini disokong oleh kenaikan pendapatan. SRAJ meraup pendapatan Rp746,1 miliar di kuartal I 2024. Pendapatan Sejahteraraya meningkat 27,4 persen secara tahunan. Sebelumnya ada kuartal I tahun 2023 SRAJ mengantongi pendapatan sebesar Rp541,6 miliar.

    Sejalan dengan hal itu, SRAJ juga mencatat peningkatan pada beban pokok menjadi Rp539,4 miliar. Angka tersebut meningkat 26,7 persen jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023 yaitu Rp394,9 miliar. Laba bruto SRAJ pada kuartal I 2024 lalu mencapai Rp206,6 miliar atau meningkat 40,86 persen secara tahunan.

    Pada akhir kuartal pertama 2024, jumlah aset SRAJ naik tipis 0,17 persen secara year to date (ytd) menjadi Rp5,61 triliun. Begitu juga dengan jumlah liabilitas yang naik tipis menjadi Rp3,75 triliun. Lalu jumlah ekuitas SRAJ pada kuartal I 2024 ini berada di angka Rp5,61 atau naik 0,17 persen ketimbang posisi akhir 2023.

    Kuat di Semester I 2024

    Emiten rumah sakit ini semakin menggencarkan ekspansi untuk pembangunan Rumah Sakit Mayapada Healthcare di Ibukota Nusantara (IKN) dan Jakarta Timur.

    CFO Mayapada Healthcare Group Mark Lee Kristomo mengatakan, SRAJ akan percepat pembangunan IKN dan segera lakukan groundbreaking RS Mayapada di Jakarta Timur, tepatnya di kawasan Jakarta Garden City

    Lebih lanjut, Mark Lee bilang, setengah dari belaja modal atawa capital expenditure (capex) yang dianggarkan SRAJ pada tahun ini, sudah diserap hingga akhir bulan Juni. “Total capex SRAJ di tahun ini sebesar Rp 500 miliar, total penyerapan hingga akhir Juni sudah sekitar Rp 230 miliar, untuk pembangunan kedua rumah sakit tersebut,” kata Mark Lee.

    Adapun target pendapatan SRAJ hingga akhir tahun ini naik 28 persen dibanding tahun 2023. Ini didukung dengan performance unit rumah sakit terutama didukung oleh unit rumahsakit baru Mayapada Hospital Kuningan, Surabaya, dan Bandung.

    Hal tersebut karena adanya reaksi masyarakat yang bagus untuk ketiga rumahsakit baru yang Mayapada operasikan.

    “Kami melihat adanya potensi untuk mencapai performa lebih bagus tahun ini dibanding tahun sebelumnya,” tandas Mark.

    Ketika ditanya mengenai diversivikasi kegiatan usaha yang dilakukan perseroan, pihaknya tetap memfokusksan untuk kegiatan usaha di bidang pelayanan kesehatan. Namun pelkes ini tak hanya melingkupi kegiatan usaha rumah sakit tapi pihaknya juga pelayanan kesehatan eye center yang sudah beroperasi pada Juni lalu.

    SRAJ menempati peringkat pertama top gainers semester I 2024. Sahamnya naik sebesar 663,33 persen dan berada di level Rp2.290 per saham. Padahal di akhir tahun lalu SRAJ hanya berada di level Rp300 per saham.

    Padahal sepanjang secara year to date atau semester I 2024 IHSG bergerak turun 2,88 persen dan berakhir di posisi 7.063. IHSG juga bergerak di rentang 6.698 hingga 7.454. (*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Pramirvan Datu

    Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.