KABARBURSA.COM – PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY) dan anak perusahaannya, PT Venteny Matahari Indonesia, telah menerima pendanaan strategis yang signifikan dari PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA). Hal ini menandai komitmen kuat untuk mendukung perkembangan ekonomi Indonesia.
VTNY berada di garis terdepan dalam memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan pendanaan yang diterima dengan jumlah total sebesar Rp275 miliar, kemitraan strategis ini menekankan komitmen bersama untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup karyawan di seluruh Indonesia.
Founder dan Group CEO Venteny Jun Waide menyampaikan rincian pendanaan tersebut yakni Rp100.000.000.000 untuk PT Venteny Matahari Indonesia, dan Rp175.000.000.000 untuk VTNY.
“Melalui pendanaan ini, kami berkomitmen untuk tidak hanya mengembangkan bisnis, tetapi juga memberikan manfaat yang signifikan bagi para pelaku bisnis, karyawan, UMKM, dan masyarakat luas. Kami percaya bahwa dengan dukungan dari Bank Mayapada, kita dapat menciptakan ekosistem bisnis yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya, dalam siaran persnya, Rabu, 25 September 2024.
Sinergi antara Venteny dan Bank Mayapada menunjukkan keselarasan komitmen kedua belah pihak dalam menciptakan ekosistem dinamis yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dengan melibatkan berbagai lapisan masyarakat.
Thomas Arifin, Wakil Direktur Utama Bank Mayapada mengungkapkan kolaborasi ini adalah langkah penting bagi kami dalam memperluas jangkauan layanan pendanaan kredit konsumtif dan kredit produktif berskala UMKM yang memberikan dampak positif bagi lebih banyak orang. "Melalui kerja sama ini, kami yakin dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan mensejahterakan masyarakat," ujar Thomas.
Pendanaan yang disalurkan dari MAYA makin mengukuhkan semangat VTNY untuk dapat terus menjembatani pelaku usaha yang kesulitan mendapatkan akses permodalan dan disisi lain turut membantu meningkatkan kesejahteraan karyawan yang ada di Indonesia.
Saat ini diketahui, Venteny telah menyalurkan ke pendanaan ke hampir 10.000 UMKM dan memiliki lebih dari 300.000 exclusive members yang merupakan bagian dari 450 perusahaan yang telah bekerja sama untuk Venteny Employee Super App.
Selain itu, Venteny di tahun 2024 juga akan terus memperbesar area jangkauan layanan beberapa kota besar lainnya agar dapat membantu lebih banyak pelaku UMKM melalui ekspansi ke beberapa kota di Indonesia serta menggandeng banyak partner asosiasi strategis hingga pemerintah.
“Sebagai perusahaan yang mengedepankan sustainability, kami akan terus berupaya menjembatani financing gap di Indonesia, serta memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat dapat merasakan dampak positif dari pertumbuhan ekonomi yang kita capai bersama,” tutup Lie Kienata, CFO VTNY.
Pada akhir April lalu, VTNY melaporkan kinerja positif di kuartal I 2024 dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp181,9 miliar atau meningkat sebesar 149 persen dari tahun 2022 sebesar Rp73,2 Miliar. Laba kotor Perseroan tercatat tumbuh 112 persen dari Rp32,0 Miliar di tahun 2022 menjadi Rp68,1 Miliar di tahun 2023.
Saham VTNY Hari ini
Pada perdagangan saham hari ini, Rabu, 25 September 2024, saham VTNY tercatat mengalami pelemahan tipis sebesar 0,77 persen atau turun 1 poin ke harga Rp130 per saham dari harga penutupan sebelumnya yang berada di level yang sama. Meskipun pelemahan yang terjadi tergolong kecil, saham ini menunjukkan adanya dinamika harga dengan volatilitas yang moderat sepanjang sesi perdagangan.
Saham VTNY dibuka di level Rp130, sama dengan harga penutupan kemarin. Dalam sesi perdagangan, harga saham sempat mencapai titik terendah di Rp129 dan titik tertinggi di Rp131. Meski pergerakan harga relatif terbatas, volume transaksi yang tercatat cukup signifikan dengan total 285.768 saham yang diperdagangkan. Nilai transaksi harian saham ini mencapai Rp3,7 miliar, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1.201 kali.
Dari sisi valuasi, VTNY saat ini memiliki EPS (Earnings per Share) sebesar Rp1, dengan rasio P/E yang sangat tinggi di angka 219 kali. Hal ini mengindikasikan bahwa saham VTNY diperdagangkan dengan harga yang cukup premium dibandingkan dengan laba per saham yang dihasilkan, sehingga para investor mungkin perlu memperhatikan prospek pertumbuhan perusahaan lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi.
Dengan kapitalisasi pasar yang mencapai Rp808,2 miliar, VTNY menempati peringkat ke-10 dari 17 perusahaan dalam sektor industrinya dan berada di posisi 426 dari 936 perusahaan secara keseluruhan di bursa. Posisi ini menunjukkan bahwa meskipun VTNY memiliki kapitalisasi pasar yang tidak terlalu besar, sahamnya tetap mendapat perhatian cukup tinggi dari pelaku pasar. (*)