Logo
>

Wall Street Datar, Ketegangan Meningkat usai Trump Copot Pejabat The Fed

Dari 11 sektor utama di S&P 500, enam ditutup di zona merah. Sektor komunikasi memimpin pelemahan dengan koreksi 0,6 persen

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Wall Street Datar, Ketegangan Meningkat usai Trump Copot Pejabat The Fed
Indeks-indeks utama Wall Street nyaris tak bergerak, terbebani oleh lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM — Indeks-indeks utama Wall Street nyaris tak bergerak, terbebani oleh lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS setelah Presiden Donald Trump secara kontroversial mencopot salah satu gubernur bank sentral. Langkah tersebut kembali mengguncang sentimen pasar dan memunculkan kekhawatiran serius soal independensi Federal Reserve.

    Mengutip laporan Reuters, pukul 09.49 pagi waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 26,31 poin atau 0,06 persen ke posisi 45.256,16. S&P 500 terkoreksi 8,19 poin atau 0,13 persen ke 6.431,13. Sedangkan Nasdaq Composite melemah lebih dalam, turun 53,53 poin atau 0,25 persen ke level 21.395,76.

    Dari 11 sektor utama di S&P 500, enam ditutup di zona merah. Sektor komunikasi memimpin pelemahan dengan koreksi 0,6 persen.

    Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 dan 30 tahun menanjak, mencerminkan kecemasan pasar terhadap arah kebijakan moneter. Dolar AS justru tergelincir terhadap mayoritas mata uang global, menambah ketidakpastian yang menyelimuti sentimen pelaku pasar.

    Pasar saat ini menahan napas menanti dua penentu arah: laporan keuangan Nvidia dan data inflasi utama yang akan dirilis pekan ini. Keduanya diyakini menjadi elemen krusial yang mempengaruhi arah suku bunga dan tren teknologi kecerdasan buatan (AI), dua mesin utama penggerak reli pasar dalam beberapa bulan terakhir.

    Dalam manuver yang belum pernah terjadi sebelumnya, Presiden Trump mengumumkan pemecatan Gubernur The Fed Lisa Cook, dengan alasan dugaan pelanggaran etika dalam proses pengajuan KPR. Keputusan ini mengagetkan banyak pihak dan memunculkan ketidakpastian baru hanya beberapa minggu menjelang pertemuan penting The Fed.

    Langkah Trump disebut-sebut akan menuai perlawanan hukum. Namun jika lolos, ia akan memiliki peluang strategis untuk menanamkan pengaruh lebih dalam dengan menunjuk wajah baru di Dewan Gubernur. Ini sekaligus membuka ruang untuk tekanan penurunan suku bunga, sejalan dengan agendanya.

    "Ancaman yang dulu hanya wacana, kini telah menjadi aksi nyata. Dunia investasi tentu bereaksi lebih hati-hati," ujar Peter Andersen, pendiri Andersen Capital Management.

    Meski tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda, pasar masih memproyeksikan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September mendatang. Optimisme ini didorong oleh sinyal dovish dari Ketua The Fed Jerome Powell, melemahnya pasar tenaga kerja, serta dinamika terbaru di internal bank sentral.

    Semua mata kini tertuju pada laporan keuangan Nvidia yang akan dirilis Rabu (27/8). Investor menunggu panduan strategis perusahaan, termasuk dampak dari pembagian pendapatan yang baru saja disepakati dengan pemerintah AS.

    Valuasi S&P 500 yang kini berada di atas rerata historis, sebagian besar ditopang oleh euforia AI. Jika Nvidia gagal memenuhi ekspektasi, tekanan jual bisa terjadi. Saham Nvidia sendiri sudah menunjukkan pelemahan tipis menjelang pengumuman.

    Sementara itu, saham Advanced Micro Devices (AMD) menguat 1,6 persen usai Truist Securities meningkatkan rating saham menjadi "buy" dari sebelumnya "hold".

    Di sektor farmasi, saham Eli Lilly melambung 4,2 persen setelah menyampaikan hasil positif dari uji coba pil eksperimentalnya yang diklaim mampu menurunkan berat badan pasien diabetes hingga 10,5 persen.

    Kejutan besar juga datang dari sektor satelit. EchoStar melejit 76 persen ke level tertinggi sepanjang masa usai diumumkan bahwa AT&T sepakat membeli lisensi spektrum nirkabel milik perusahaan tersebut senilai US$23 miliar.

    Di sisi makro, data ekonomi menunjukkan pesanan barang modal sektor manufaktur AS pada Juli tumbuh di atas ekspektasi, memperkuat sinyal bahwa belanja modal masih bertahan meski tekanan ekonomi meningkat.

    Investor juga mencermati komentar dari Thomas Barkin, Presiden The Fed wilayah Richmond, untuk menangkap petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan moneter ke depan.

    Pasar masih waspada. Ketidakpastian terus membayangi. Dan untuk saat ini, investor memilih menunggu dan melihat.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Pramirvan Datu

    Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.