KABARBURSA.COM - Bursa Saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup beragam pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026.
Mengutip AP News, S&P 50 ditutup di level 7.403,05 atau turun 5,45 poin. Dow Jones Industrial Average naik 159,95 poin menjadi 49.686,12, sementara Nasdaq composite turun 134,41 poin menjadi 26.090,73.
Saham Regeneron Pharmaceuticals turun 9,8 persen, atau memimpin penurunan pasar saham AS. Hal ini terjadi setelah perusahaan melaporkan data yang kurang memuaskan dari uji coba pengobatan.
Di sisi lain, saham NextEra Energy mengalami penurunan sebesar 4,6 persen setelah setuju untuk membeli Dominion Energy dalam kesepakatan seluruh saham.
Sementara itu, saham Boston Scientific juga mencatat hasil positif karena naik 6,2 persen setelah menyatakan akan membelanjakan USD2 miliar dari program pembelian kembali saham senilai USD5 miliar.
Adapun saat ini pasar tengah menyoroti data tentang ekonomi Amerika Serikat (AS). Di samping itu, laporan yang sangat dinantikan ialah hasil kuartalan terbaru dari Nvidia.
Perusahaan chip tersebut secara rutin melampaui ekspektasi analis setiap kuartal, sambil memperkirakan pertumbuhan yang bahkan lebih besar daripada yang diperkirakan Wall Street.
Di tempat berbeda, indeks turun di sebagian besar Asia, salah satunya yakni Indeks Nikkei 225 Jepang yang anjlok 1 persen. Di Eropa, indeks DAX Jerman naik 1,5 persen.
Harga Minyak Menguat
Di tengah fluktuasi pasar saham dunia, Harga minyak ditutup meningkat pada perdagangan Senin, 19 Mei 2026 setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump membatalkan rencana penyerangan ke Iran.
Mengutip Reuters, harga minyak Brent ditutup naik 2 persen ke level USD112,10 per barel. Sementara Harga minyak berjangka West Texas Intermediate AS untuk bulan Juni ke level USD108,66 per barel atau naik 3 persen.
Mengutip CNBC Internasional, Trump mengatakan para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA) memberitahunya bahwa negosiasi dengan Iran sedang berlansung dengan menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima AS.
Kendati demmikan, Trump menyatakan dia telah meminta Pentagon untuk tetap bersiap melancarkan serangan besar-besaran ke Iran kapan saja jika kesehatan yang diterima tidak tercapai.
Di sisi lain Badan Enegeri Internasional (IEA) dalam keterangan bulanan terbarunya memperingatkan bahwa persediaan minyak global mulai menipis imbas penutupan Selat Hormuz.
“Penyimpanan cadangan yang cepat di tengah gangguan yang berkelanjutan, dapat menandai lonjakan harga di masa mendatang,” kata IEA dikutip dari CNBC.
Bank asal Swiss, UBS menyampaikan jika permintaan minyak tetap sama dari bulan ke bulan, persediaan minyak akan mendekati titik terendah sepanjang masa sebesar 7,6 miliar barel pada akhir Mei. (*)