Logo
>

WIKA Garap Dua Proyek Baru di Jambi dan Kalimantan Utara

WIKA garap rehabilitasi irigasi di Jambi dan Kaltara seluas 15.753 ha, dukung ketahanan pangan lewat proyek strategis Kementan sesuai Inpres No. 2/2025 dan Kepmen PUPR 444/2025.

Ditulis oleh Hutama Prayoga
WIKA Garap Dua Proyek Baru di Jambi dan Kalimantan Utara
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). (Foto: Dok Sekretariat Kabinet)

KABARBURSA.COM - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) akan menggarap dua proyek strategis rehabilitasi jaringan irigasi di Provinsi Jambi dan Kalimantan Utara sebagai bagian dari Program Optimasi Lahan (OPLAH) Kementerian Pertanian.

Kedua proyek ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 dan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 444/KPTS/M/2025 yang mengatur percepatan pelaksanaan rehabilitasi irigasi pada wilayah kewenangan pemerintah daerah.

Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menegaskan, pihaknya terus berkomitmen menjalankan proyek secara optimal dengan menjunjung tinggi kualitas, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu.

"Selain itu, proyek ini menjadi wujud partisipasi aktif WIKA dalam mendukung ketahanan pangan melalui pembangunan irigasi yang berkelanjutan," ujar Agung dalam keterangannya, dikutip Senin, 7 Juli 2025.

Di Jambi, WIKA dipercaya mengerjakan rehabilitasi jaringan irigasi seluas ±13.867 hektar, dengan lingkup pekerjaan mencakup galian tanah sepanjang 190 kilometer dan perbaikan 44 unit bangunan irigasi. Target pelaksanaan pekerjaan selama 110 hari kalender, dengan supervisi dari Balai Wilayah Sungai Sumatera VI.

Sementara di Kalimantan Utara, WIKA menggarap rehabilitasi jaringan irigasi yang mencakup area ±1.886 hektar. Pekerjaan ini di antaranya normalisasi saluran, rehabilitasi pintu air, dan perbaikan saluran pasangan batu. Proyek ini mulai dikerjakan pada Juni 2025 dengan supervisi dari Balai Wilayah Sungai Kalimantan V.

Kehadiran infrastruktur irigasi di dua provinsi tersebut diharapkan bisa memperkuat sistem pengairan, menunjang pertanian berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan meningkatkan kapasitas sektor pertanian di dua wilayah ini, diharapkan pula dapat menunjang ketahanan pangan Nasional bagi masyarakat ke depannya.

WIKA Raih Penjualan Sebesar Rp31,36 Triliun Sepanjang 2024

Sebelumnya, WIKA sukses membukukan penjualan sebesar Rp31,36 triliun sepanjang tahun 2024. Hal ini tidak lepas dari penjualan non Kerja Sama Operasi (KSO) sebesar Rp19,24 triliun dengan penjualan KSO sebesar Rp12,12 triliun.

Kontribusi terbesar penjualan WIKA didapat dari segmen infrastruktur & gedung yang mencapai 49 persen, diikuti segmen industri pendukung konstruksi 28 persen, EPCC 17 persen dan sisanya berasal dari pengelolaan dan penjualan segmen properti. Atas capaian ini, Perseroan meraup laba kotor sebesar Rp1,48 triliun.

Capaian penjualan dan laba kotor itu merupakan upaya transformasi yang telah dilakukan Perseroan sepanjang tahun lalu. Diketahui, WIKA fokus menjalankan eksekusi proyek yang excellent, efisiensi, digitalisasi proses bisnis serta peningkatan tata kelola dan penerapan manajemen risiko.

Di sisi lain, arus kas operasi Perseroan kembali positif sejak tahun 2020 yaitu sebesar Rp68,22 miliar di tahun 2024. Selain itu, utang berbunga dan utang usaha Perseroan juga tercatat mengalami penurunan masing-masing sebesar Rp1,37 triliun dan Rp3,28 triliun di tahun 2024 dibandingkan 2023.

Atas berbagai upaya tersebut, kinerja Perseroan mengalami peningkatan sebesar 68,2 persen menjadi negatif Rp2,27 triliun dari tahun sebelumnya negatif Rp7,13 triliun.

Agung Budi Waskito menyampaikan, perbaikan kinerja Perseroan juga tercermin dari rasio lancar (current ratio) Perseroan di tahun 2024 sebesar 158 persen lebih baik dibandingkan posisi 2023 yang sebesar 80 persen.

"Selain itu rasio utang berbunga dibandingkan ekuitas Perseroan (gearing ratio) juga berhasil berada pada posisi 2,71 kali dibandingkan posisi 2023 yang sebesar 3,52 kali," ujar dia dalam keterangan tertulisnya dikutip, Senin, 31 Maret 2025.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.