Headline Hari Ini
OPEC+ Pangkas Produksi 188 Ribu Barel, Apa Alasannya?
Tujuh negara OPEC+ sepakat menyesuaikan produksi mulai Juni 2026, dengan opsi fleksibel sesuai kondisi pasar global.
KabarBursa Investor Pro membantu investor mengambil keputusan berbasis data.
Tujuh negara OPEC+ sepakat menyesuaikan produksi mulai Juni 2026, dengan opsi fleksibel sesuai kondisi pasar global.
Deretan saham mencatat penurunan tajam dalam sepekan dengan tekanan signifikan di berbagai periode.
Pendapatan, EBITDA, dan laba bersih Siloam tumbuh, ditopang ekspansi kapasitas dan peningkatan layanan kesehatan.
Deretan saham mencatat lonjakan mingguan signifikan dengan performa kuat dari harian hingga tahunan.
Penjualan dan laba bersih tumbuh di kuartal I 2026, namun tekanan selisih kurs menahan kinerja operasional Indofood.
Pasar bergerak hati-hati di tengah dinamika geopolitik dan penurunan harga minyak, sementara investor menunggu arah negosiasi dan data tenaga kerja AS.
KAWALI menilai praktik open dumping di TPA masih menjadi sumber pencemaran dan berpotensi menggagalkan target pengelolaan sampah nasional.
Kenaikan produksi 188.000 barel per hari dinilai lebih simbolis karena distribusi minyak masih terganggu konflik di Selat Hormuz.
Krisis energi akibat konflik Iran mempercepat peralihan global ke energi terbarukan, sementara Indonesia masih menghadapi tantangan investasi.
Transformasi mulai berdampak pada kinerja keuangan, namun saham masih bergerak fluktuatif di tengah tekanan pasar.
Adopsi kartu debit contactless BRI melonjak signifikan, dorong nilai transaksi Rp15,9 triliun dan perkuat strategi digital serta funding murah.