Logo

2026 Investasi Lebih Cerdas.
Dengan Data. Bukan Insting.

KabarBursa Investor Pro membantu investor mengambil keputusan berbasis data.

Headline Hari Ini

Infografis

Berita Terbaru

Laba Siloam (SILO) Tumbuh Dua Digit tapi Laju Kuartalan Mulai Tersendat

Pendapatan, EBITDA, dan laba bersih Siloam tumbuh, ditopang ekspansi kapasitas dan peningkatan layanan kesehatan.

Saham-saham Lari Kencang Sepekan, ini Peta Pergerakannya

Deretan saham mencatat lonjakan mingguan signifikan dengan performa kuat dari harian hingga tahunan.

Laba Usaha Indofood (INDF) Turun di Kuartal I, Saham Ikut Terseret

Penjualan dan laba bersih tumbuh di kuartal I 2026, namun tekanan selisih kurs menahan kinerja operasional Indofood.

Futures AS Naik Tipis, Pasar Pantau Ketegangan AS-Iran

Pasar bergerak hati-hati di tengah dinamika geopolitik dan penurunan harga minyak, sementara investor menunggu arah negosiasi dan data tenaga kerja AS.

KAWALI Ingatkan Jumhur soal Sampah, TPA Open Dumping Disebut Ancaman Lingkungan

KAWALI menilai praktik open dumping di TPA masih menjadi sumber pencemaran dan berpotensi menggagalkan target pengelolaan sampah nasional.

OPEC+ Tambah Produksi Minyak, Pasokan Nyatanya Masih Seret Karena Perang Iran

Kenaikan produksi 188.000 barel per hari dinilai lebih simbolis karena distribusi minyak masih terganggu konflik di Selat Hormuz.

Krisis Hormuz Picu Lonjakan Energi Terbarukan

Krisis energi akibat konflik Iran mempercepat peralihan global ke energi terbarukan, sementara Indonesia masih menghadapi tantangan investasi.

Balik Cuan Tipis di Kuartal I, Saham MPPA Masih Belum Bergerak

Transformasi mulai berdampak pada kinerja keuangan, namun saham masih bergerak fluktuatif di tengah tekanan pasar.

Transaksi Contactless BRI Melejit, Tumbuh 1.195 Persen

Adopsi kartu debit contactless BRI melonjak signifikan, dorong nilai transaksi Rp15,9 triliun dan perkuat strategi digital serta funding murah.

Barclays Revisi Harga Minyak 2026, ini Alasannya

Barclays menaikkan proyeksi harga minyak Brent akibat gangguan Selat Hormuz, dengan risiko kenaikan hingga USD110 per barel.